Semua Produk
68 produk tersedia — panel surya, baterai, dan aksesori energi surya berkualitas tinggi.
TIANG PJU OCTAGONALTiang Octagonal Solarcell Polos 9 Meter
Tiang Penerangan Jalan Umum Octagonal Polos/Lurusan Tipe Solar Cell Lampu All In One adalah tiang lampu berbentuk segi delapan yang dirancang khusus untuk menopang sistem lampu tenaga surya (solar cell) karena memiliki struktur yang kokoh, stabil, dan tahan terhadap terpaan angin kencang. Berikut adalah detail spesifikasi dan pilihan komponen terbaik untuk kebutuhan Anda: Spesifikasi Tiang PJU Octagonal : Desain Segi Delapan Meredam tekanan angin lebih baik daripada tiang bulat. Lapisan Anti Karat: Menggunakan finishing Hot Dip Galvanized (HDG) untuk mencegah korosi hingga puluhan tahun. Tinggi Standar: Tersedia dalam ukuran 6 meter, 7 meter, 8 meter, hingga 9 meter sesuai lebar jalan. Aksesori Pendukung: Dilengkapi anti climbing dan Angkur
LAMPU OUTDOORLampu Sorot Solarcell 10W
Lampu flood light Wawa Light (sering disebut Wawa Light BCT/Stec) adalah lampu sorot outdoor tenaga surya. Lampu ini otomatis menyala malam hari menggunakan panel surya dan baterai tanam. Aplikasi Luar Ruangan: Cocok untuk penerangan jalan, taman, area parkir, hingga area pabrik atau perumahan tanpa instalasi kabel listrik. Daya Tahan: Dirancang agar tahan di lingkungan ekstrem dengan bodi aluminium. Life Time lampu set sekitar 10 tahun
PANEL SURYAPanel Surya 590WP YH Sunpro
Panel surya adalah perangkat yang terdiri dari sel-sel fotovoltaik untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Alat ini memanfaatkan efek fotovoltaik pada material semikonduktor, seperti silikon, untuk menghasilkan arus listrik searah (DC) yang kemudian dapat digunakan untuk berbagai keperluan atau disimpan dalam baterai. Jenis-Jenis Panel Surya Panel surya yang umum digunakan di Indonesia memiliki karakteristik dan efisiensi yang berbeda: Monokristalin (Monocrystalline): Terbuat dari silikon murni, memiliki tingkat efisiensi paling tinggi dan performa yang baik di area minim cahaya, namun harganya relatif lebih mahal. Polikristalin (Polycrystalline): Terbuat dari leburan potongan silikon. Harganya lebih terjangkau, tetapi efisiensinya sedikit lebih rendah dibandingkan monokristalin. Thin Film (Lapisan Tipis): Panel yang sangat ringan dan fleksibel. Biasanya digunakan pada atap dengan struktur tertentu atau permukaan yang tidak konvensional. Cara Kerja Proses pengubahan energi matahari menjadi listrik melibatkan beberapa komponen utama dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): Penyerapan Sinar: Sel surya pada panel menyerap foton (partikel cahaya) dari matahari, yang kemudian melepaskan elektron dan menghasilkan arus listrik DC. Pengubahan Arus: Listrik DC yang dihasilkan panel surya akan dialirkan ke perangkat inverter untuk diubah menjadi arus listrik bolak-balik (AC). Arus AC ini yang sesuai untuk standar tegangan peralatan elektronik rumah tangga dan bangunan. Manfaat Penggunaan Menggunakan panel surya sebagai sumber energi terbarukan memiliki berbagai keunggulan: Menghemat Biaya Listrik: Membantu menekan atau mengurangi tagihan listrik bulanan. Ramah Lingkungan: Menghasilkan energi bersih yang meminimalkan emisi gas rumah kaca dan jejak karbon. Kemandirian Energi: Mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik utama atau energi fosil yang tidak dapat diperbarui.
PANEL SURYAPanel Surya 620WP Jinko
Panel surya adalah perangkat yang terdiri dari sel-sel fotovoltaik untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik . Alat ini memanfaatkan efek fotovoltaik pada material semikonduktor, seperti silikon, untuk menghasilkan arus listrik searah (DC) yang kemudian dapat digunakan untuk berbagai keperluan atau disimpan dalam baterai. Jenis-Jenis Panel Surya Panel surya yang umum digunakan di Indonesia memiliki karakteristik dan efisiensi yang berbeda: Monokristalin (Monocrystalline): Terbuat dari silikon murni, memiliki tingkat efisiensi paling tinggi dan performa yang baik di area minim cahaya, namun harganya relatif lebih mahal. Polikristalin (Polycrystalline): Terbuat dari leburan potongan silikon. Harganya lebih terjangkau, tetapi efisiensinya sedikit lebih rendah dibandingkan monokristalin. Thin Film (Lapisan Tipis): Panel yang sangat ringan dan fleksibel. Biasanya digunakan pada atap dengan struktur tertentu atau permukaan yang tidak konvensional. Cara Kerja Proses pengubahan energi matahari menjadi listrik melibatkan beberapa komponen utama dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): Penyerapan Sinar: Sel surya pada panel menyerap foton (partikel cahaya) dari matahari, yang kemudian melepaskan elektron dan menghasilkan arus listrik DC. Pengubahan Arus: Listrik DC yang dihasilkan panel surya akan dialirkan ke perangkat inverter untuk diubah menjadi arus listrik bolak-balik (AC). Arus AC ini yang sesuai untuk standar tegangan peralatan elektronik rumah tangga dan bangunan. Manfaat Penggunaan Menggunakan panel surya sebagai sumber energi terbarukan memiliki berbagai keunggulan: Menghemat Biaya Listrik: Membantu menekan atau mengurangi tagihan listrik bulanan. Ramah Lingkungan: Menghasilkan energi bersih yang meminimalkan emisi gas rumah kaca dan jejak karbon. Kemandirian Energi: Mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik utama atau energi fosil yang tidak dapat diperbarui.
PANEL SURYAPanel Surya 550WP ICA Solar
Panel surya adalah perangkat yang terdiri dari sel-sel fotovoltaik untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik . Alat ini memanfaatkan efek fotovoltaik pada material semikonduktor, seperti silikon, untuk menghasilkan arus listrik searah (DC) yang kemudian dapat digunakan untuk berbagai keperluan atau disimpan dalam baterai. Jenis-Jenis Panel Surya Panel surya yang umum digunakan di Indonesia memiliki karakteristik dan efisiensi yang berbeda: Monokristalin (Monocrystalline): Terbuat dari silikon murni, memiliki tingkat efisiensi paling tinggi dan performa yang baik di area minim cahaya, namun harganya relatif lebih mahal. Polikristalin (Polycrystalline): Terbuat dari leburan potongan silikon. Harganya lebih terjangkau, tetapi efisiensinya sedikit lebih rendah dibandingkan monokristalin. Thin Film (Lapisan Tipis): Panel yang sangat ringan dan fleksibel. Biasanya digunakan pada atap dengan struktur tertentu atau permukaan yang tidak konvensional. Cara Kerja Proses pengubahan energi matahari menjadi listrik melibatkan beberapa komponen utama dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): Penyerapan Sinar: Sel surya pada panel menyerap foton (partikel cahaya) dari matahari, yang kemudian melepaskan elektron dan menghasilkan arus listrik DC. Pengubahan Arus: Listrik DC yang dihasilkan panel surya akan dialirkan ke perangkat inverter untuk diubah menjadi arus listrik bolak-balik (AC). Arus AC ini yang sesuai untuk standar tegangan peralatan elektronik rumah tangga dan bangunan. Manfaat Penggunaan Menggunakan panel surya sebagai sumber energi terbarukan memiliki berbagai keunggulan: Menghemat Biaya Listrik: Membantu menekan atau mengurangi tagihan listrik bulanan. Ramah Lingkungan: Menghasilkan energi bersih yang meminimalkan emisi gas rumah kaca dan jejak karbon. Kemandirian Energi: Mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik utama atau energi fosil yang tidak dapat diperbarui.
PANEL SURYAPanel Surya 200WP ICA Solar
Panel surya adalah perangkat yang terdiri dari sel-sel fotovoltaik untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik . Alat ini memanfaatkan efek fotovoltaik pada material semikonduktor, seperti silikon, untuk menghasilkan arus listrik searah (DC) yang kemudian dapat digunakan untuk berbagai keperluan atau disimpan dalam baterai. Jenis-Jenis Panel Surya Panel surya yang umum digunakan di Indonesia memiliki karakteristik dan efisiensi yang berbeda: Monokristalin (Monocrystalline): Terbuat dari silikon murni, memiliki tingkat efisiensi paling tinggi dan performa yang baik di area minim cahaya, namun harganya relatif lebih mahal. Polikristalin (Polycrystalline): Terbuat dari leburan potongan silikon. Harganya lebih terjangkau, tetapi efisiensinya sedikit lebih rendah dibandingkan monokristalin. Thin Film (Lapisan Tipis): Panel yang sangat ringan dan fleksibel. Biasanya digunakan pada atap dengan struktur tertentu atau permukaan yang tidak konvensional. Cara Kerja Proses pengubahan energi matahari menjadi listrik melibatkan beberapa komponen utama dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): Penyerapan Sinar: Sel surya pada panel menyerap foton (partikel cahaya) dari matahari, yang kemudian melepaskan elektron dan menghasilkan arus listrik DC. Pengubahan Arus: Listrik DC yang dihasilkan panel surya akan dialirkan ke perangkat inverter untuk diubah menjadi arus listrik bolak-balik (AC). Arus AC ini yang sesuai untuk standar tegangan peralatan elektronik rumah tangga dan bangunan. Manfaat Penggunaan Menggunakan panel surya sebagai sumber energi terbarukan memiliki berbagai keunggulan: Menghemat Biaya Listrik: Membantu menekan atau mengurangi tagihan listrik bulanan. Ramah Lingkungan: Menghasilkan energi bersih yang meminimalkan emisi gas rumah kaca dan jejak karbon. Kemandirian Energi: Mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik utama atau energi fosil yang tidak dapat diperbarui.
PANEL SURYAPanel Surya 250WP My Solar
Panel surya adalah perangkat yang terdiri dari sel-sel fotovoltaik untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik . Alat ini memanfaatkan efek fotovoltaik pada material semikonduktor, seperti silikon, untuk menghasilkan arus listrik searah (DC) yang kemudian dapat digunakan untuk berbagai keperluan atau disimpan dalam baterai. Jenis-Jenis Panel Surya Panel surya yang umum digunakan di Indonesia memiliki karakteristik dan efisiensi yang berbeda: Monokristalin (Monocrystalline): Terbuat dari silikon murni, memiliki tingkat efisiensi paling tinggi dan performa yang baik di area minim cahaya, namun harganya relatif lebih mahal. Polikristalin (Polycrystalline): Terbuat dari leburan potongan silikon. Harganya lebih terjangkau, tetapi efisiensinya sedikit lebih rendah dibandingkan monokristalin. Thin Film (Lapisan Tipis): Panel yang sangat ringan dan fleksibel. Biasanya digunakan pada atap dengan struktur tertentu atau permukaan yang tidak konvensional. Cara Kerja Proses pengubahan energi matahari menjadi listrik melibatkan beberapa komponen utama dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): Penyerapan Sinar: Sel surya pada panel menyerap foton (partikel cahaya) dari matahari, yang kemudian melepaskan elektron dan menghasilkan arus listrik DC. Pengubahan Arus: Listrik DC yang dihasilkan panel surya akan dialirkan ke perangkat inverter untuk diubah menjadi arus listrik bolak-balik (AC). Arus AC ini yang sesuai untuk standar tegangan peralatan elektronik rumah tangga dan bangunan. Manfaat Penggunaan Menggunakan panel surya sebagai sumber energi terbarukan memiliki berbagai keunggulan: Menghemat Biaya Listrik: Membantu menekan atau mengurangi tagihan listrik bulanan. Ramah Lingkungan: Menghasilkan energi bersih yang meminimalkan emisi gas rumah kaca dan jejak karbon. Kemandirian Energi: Mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik utama atau energi fosil yang tidak dapat diperbarui.
PANEL SURYAPanel Surya 150WP My Solar
Panel surya adalah perangkat yang terdiri dari sel-sel fotovoltaik untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik . Alat ini memanfaatkan efek fotovoltaik pada material semikonduktor, seperti silikon, untuk menghasilkan arus listrik searah (DC) yang kemudian dapat digunakan untuk berbagai keperluan atau disimpan dalam baterai. Jenis-Jenis Panel Surya Panel surya yang umum digunakan di Indonesia memiliki karakteristik dan efisiensi yang berbeda: Monokristalin (Monocrystalline): Terbuat dari silikon murni, memiliki tingkat efisiensi paling tinggi dan performa yang baik di area minim cahaya, namun harganya relatif lebih mahal. Polikristalin (Polycrystalline): Terbuat dari leburan potongan silikon. Harganya lebih terjangkau, tetapi efisiensinya sedikit lebih rendah dibandingkan monokristalin. Thin Film (Lapisan Tipis): Panel yang sangat ringan dan fleksibel. Biasanya digunakan pada atap dengan struktur tertentu atau permukaan yang tidak konvensional. Cara Kerja Proses pengubahan energi matahari menjadi listrik melibatkan beberapa komponen utama dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): Penyerapan Sinar: Sel surya pada panel menyerap foton (partikel cahaya) dari matahari, yang kemudian melepaskan elektron dan menghasilkan arus listrik DC. Pengubahan Arus: Listrik DC yang dihasilkan panel surya akan dialirkan ke perangkat inverter untuk diubah menjadi arus listrik bolak-balik (AC). Arus AC ini yang sesuai untuk standar tegangan peralatan elektronik rumah tangga dan bangunan. Manfaat Penggunaan Menggunakan panel surya sebagai sumber energi terbarukan memiliki berbagai keunggulan: Menghemat Biaya Listrik: Membantu menekan atau mengurangi tagihan listrik bulanan. Ramah Lingkungan: Menghasilkan energi bersih yang meminimalkan emisi gas rumah kaca dan jejak karbon. Kemandirian Energi: Mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik utama atau energi fosil yang tidak dapat diperbarui.
PANEL SURYAPanel Surya 100WP My Solar
Panel surya adalah perangkat yang terdiri dari sel-sel fotovoltaik untuk mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik . Alat ini memanfaatkan efek fotovoltaik pada material semikonduktor, seperti silikon, untuk menghasilkan arus listrik searah (DC) yang kemudian dapat digunakan untuk berbagai keperluan atau disimpan dalam baterai. Jenis-Jenis Panel Surya Panel surya yang umum digunakan di Indonesia memiliki karakteristik dan efisiensi yang berbeda: Monokristalin (Monocrystalline): Terbuat dari silikon murni, memiliki tingkat efisiensi paling tinggi dan performa yang baik di area minim cahaya, namun harganya relatif lebih mahal. Polikristalin (Polycrystalline): Terbuat dari leburan potongan silikon. Harganya lebih terjangkau, tetapi efisiensinya sedikit lebih rendah dibandingkan monokristalin. Thin Film (Lapisan Tipis): Panel yang sangat ringan dan fleksibel. Biasanya digunakan pada atap dengan struktur tertentu atau permukaan yang tidak konvensional. Cara Kerja Proses pengubahan energi matahari menjadi listrik melibatkan beberapa komponen utama dalam sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): Penyerapan Sinar: Sel surya pada panel menyerap foton (partikel cahaya) dari matahari, yang kemudian melepaskan elektron dan menghasilkan arus listrik DC. Pengubahan Arus: Listrik DC yang dihasilkan panel surya akan dialirkan ke perangkat inverter untuk diubah menjadi arus listrik bolak-balik (AC). Arus AC ini yang sesuai untuk standar tegangan peralatan elektronik rumah tangga dan bangunan. Manfaat Penggunaan Menggunakan panel surya sebagai sumber energi terbarukan memiliki berbagai keunggulan: Menghemat Biaya Listrik: Membantu menekan atau mengurangi tagihan listrik bulanan. Ramah Lingkungan: Menghasilkan energi bersih yang meminimalkan emisi gas rumah kaca dan jejak karbon. Kemandirian Energi: Mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik utama atau energi fosil yang tidak dapat diperbarui.
SOLAR HOME SYSTEMSolar Home 500W 220V 150WP
Solar Home System (SHS) adalah sistem pembangkit listrik tenaga surya skala kecil yang berdiri sendiri (off-grid) untuk memasok kebutuhan listrik rumah tangga. Sistem ini mengubah sinar matahari menjadi listrik menggunakan panel surya dan menyimpannya di baterai, sehingga ideal untuk lokasi terpencil maupun area perkotaan yang ingin menekan biaya listrik. Untuk memahami lebih lanjut, berikut adalah beberapa subtopik utama mengenai Solar Home System: 1. Komponen UtamaSebuah sistem SHS pada umumnya terdiri dari beberapa perangkat inti: Panel Surya (Solar Panel): Berfungsi menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik (arus DC). Solar Charge Controller: Alat untuk mengatur arus listrik yang masuk dan keluar dari baterai agar tidak terjadi overcharge (pengisian berlebih). Baterai: Menyimpan energi listrik yang dihasilkan pada siang hari agar bisa digunakan pada malam hari atau saat cuaca mendung. Inverter: Perangkat opsional yang mengubah arus searah (DC) dari baterai menjadi arus bolak-balik (AC) agar dapat digunakan oleh peralatan elektronik rumah tangga standar. 2. Cara Kerja Proses kerja SHS dimulai saat sel fotovoltaik pada panel surya menangkap cahaya matahari dan menghasilkan listrik arus searah. Arus ini dialirkan melalui charge controller untuk mengisi daya baterai. Jika Anda ingin menyalakan perangkat elektronik yang membutuhkan arus bolak-balik (AC), listrik dari baterai akan dilewatkan melalui inverter terlebih dahulu. 3. Kegunaan dan KapasitasSistem ini sangat fleksibel dan dapat dirancang sesuai dengan kebutuhan energi harian Anda. Biasanya SHS digunakan untuk:Penerangan rumah (lampu LED).Menyalakan perangkat elektronik berdaya rendah seperti TV, radio, dan kipas angin.Pengisi daya (charger) ponsel. 4. Keuntungan Ramah Lingkungan: Menghasilkan energi terbarukan yang bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.Kemandirian Energi: Sangat cocok untuk daerah pedesaan atau terpencil yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik PLN. Perawatan Mudah: Tidak memerlukan bahan bakar dan perawatannya cenderung mudah, hanya perlu membersihkan panel secara berkala dari debu.
SOLAR HOME SYSTEMSolar Home 500W 220V 300WP
Solar Home System (SHS) adalah sistem pembangkit listrik tenaga surya skala kecil yang berdiri sendiri (off-grid) untuk memasok kebutuhan listrik rumah tangga. Sistem ini mengubah sinar matahari menjadi listrik menggunakan panel surya dan menyimpannya di baterai, sehingga ideal untuk lokasi terpencil maupun area perkotaan yang ingin menekan biaya listrik. Untuk memahami lebih lanjut, berikut adalah beberapa subtopik utama mengenai Solar Home System: 1. Komponen UtamaSebuah sistem SHS pada umumnya terdiri dari beberapa perangkat inti: Panel Surya (Solar Panel): Berfungsi menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik (arus DC). Solar Charge Controller: Alat untuk mengatur arus listrik yang masuk dan keluar dari baterai agar tidak terjadi overcharge (pengisian berlebih). Baterai: Menyimpan energi listrik yang dihasilkan pada siang hari agar bisa digunakan pada malam hari atau saat cuaca mendung. Inverter: Perangkat opsional yang mengubah arus searah (DC) dari baterai menjadi arus bolak-balik (AC) agar dapat digunakan oleh peralatan elektronik rumah tangga standar. 2. Cara Kerja Proses kerja SHS dimulai saat sel fotovoltaik pada panel surya menangkap cahaya matahari dan menghasilkan listrik arus searah. Arus ini dialirkan melalui charge controller untuk mengisi daya baterai. Jika Anda ingin menyalakan perangkat elektronik yang membutuhkan arus bolak-balik (AC), listrik dari baterai akan dilewatkan melalui inverter terlebih dahulu. 3. Kegunaan dan KapasitasSistem ini sangat fleksibel dan dapat dirancang sesuai dengan kebutuhan energi harian Anda. Biasanya SHS digunakan untuk:Penerangan rumah (lampu LED).Menyalakan perangkat elektronik berdaya rendah seperti TV, radio, dan kipas angin.Pengisi daya (charger) ponsel. 4. Keuntungan Ramah Lingkungan: Menghasilkan energi terbarukan yang bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.Kemandirian Energi: Sangat cocok untuk daerah pedesaan atau terpencil yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik PLN. Perawatan Mudah: Tidak memerlukan bahan bakar dan perawatannya cenderung mudah, hanya perlu membersihkan panel secara berkala dari debu.
LAMPU PJU SOLARCELL THREE IN ONELampu PJU Solarcell 3in1 60W
Paket lampu PJU (Penerangan Jalan Umum) tenaga surya tipe three in one (3 in 1) adalah sistem penerangan jalan mandiri di mana tiga komponen utamanya—lampu LED, baterai, dan panel surya—dipasang secara terpisah. Sistem ini memerlukan kabel penghubung antar komponen dan sangat populer untuk area yang membutuhkan pencahayaan sangat terang.Komponen Utama Paket Satu set paket ini umumnya terdiri dari: Panel Surya (Solar Cell): Berfungsi menyerap sinar matahari dan mengubahnya menjadi listrik (kapasitas 100 Wp - 150 Wp). Baterai: Menyimpan energi listrik dari panel surya untuk menyalakan lampu pada malam hari (biasanya memakai tipe Lithium LiFePO4 12,8V-60Ah. Lampu LED: Berfungsi sebagai penerang utama dengan watt yang bervariasi (Power lampu bisa di setting 30 Watt hingga 60 Watt). Aksesori Tambahan: Solar Charge Controller (pengatur pengisian daya), kabel instalasi, dan tiang penerangan (biasanya tinggi 5 s/d 7 meter). Keunggulan Sistem 3 in 1Daya Maksimal: Komponen terpisah memungkinkan penggunaan panel surya dan baterai berkapasitas lebih besar, sehingga cocok untuk lampu dengan watt tinggi. Fleksibilitas: Panel surya dapat diposisikan secara optimal menghadap matahari (misal: di puncak tiang paling atas), sementara kap lampu LED bisa diatur sudut pencahayaannya ke arah jalan. Perawatan Mudah: Apabila terjadi kerusakan pada salah satu komponen (misalnya baterai mulai soak setelah beberapa tahun), Anda tidak perlu mengganti seluruh unit lampu.